Jaksa Geledah Dinkes Nias Barat, Proyek Rumah Sakit Rp 2,4 Miliar Diselidiki

Kejaksaan Negeri Gunungsitoli memeriksa kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Selasa (8/7/2025). Cara itu diambil untukmencarisangkaan korupsi project pembangunan rumah sakitdanpeningkatan puskesmas. Kepala Seksi Intelijen Kejari Gunungsitoli, Yaatulo Hilirmenjelaskanpemeriksaandiawalijam 09.05 WIB. “(Jadi) perlakuanpemeriksaandilaksanakanbeskal penyidik ini, cari alat bukti, dalam kasussangkaan tindak pidana korupsi padatugas tembok penahan tanah RS Pratama Lologolu sebesar Rp 2.496.831.893,” tutur Yaatulo dalam infotercatat, Rabu (9/7/2025). Selainnyaprojectrumah sakitbeskalmencarisangkaan korupsi padatugaspeningkatanpemulihandanperawatan Puskesmas Mandrehe yang berharga Rp 1.198.360.997. Simak juga: Korupsi Project Fiktif Perawatan Jalan Rp 776 Juta, Bendahara PUPR Nias Selatan Ditahan “Sangkaan (korupsinya) adapadaketidaksamaandan kekurangan volume sepertiditatadalam kontrak,” ucapnyaPergerakan Korupsi di BUMD Migas KhususJawa baratKemungkinan Ada TerdakwaBaru Artikel Kompas.id Pemeriksaanberjalansampaijam 16.00 WIB. Beskalmengeceksejumlahruang penting, termasukruangan Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Kepala Sektor, Gudang Arsip, danruanganPengurus Keuangan. “Dalam pemeriksaanitubeskal penyidik mengambil alihbeberapadocument yang diperhitungkanberkaitanuntuk kelengkapan proses penyelidikan,” tutur Yaatulo. Meskipun begitutidak adapenentuanterdakwa dalam kasus ini. “Penyidik tidak adalakukan penyitaan pada barang bernilai seperti uang, benda bergerak dan sebagainyadansekarang initidak ada yang diputuskansebagaiterdakwa,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *